Irfan Fahmi Law | Belajar Mencerna Hukum | Belajar Membela | Belajar Merekam Jejak Langkah dan Hirupan Napas
Sabtu, 28 Februari 2026
Darah Juang: Pamitnya Sang Maestro Perlawanan
Minggu, 02 November 2025
Selamat Jalan Bang JP
Pertanyaannya kemudian, bagaimana dengan para pemburu keadilan di ruang sidang? Apakah seorang pengacara dan pembela publik juga membutuhkan jejak sanad yang serupa?
Ragam jawaban tentu bisa berjejer. Namun bagi saya, memiliki garis silsilah keilmuan dalam dunia advokasi adalah sebuah keberuntungan yang tak ternilai. Saya beruntung pernah menimba ilmu langsung dari sosok Johnson Panjaitan—seorang advokat senior dan pembela publik yang tak pernah habis membagikan inspirasi. Di mata para juniornya, ia adalah maestro strategi advokasi. Pendekatan hukumnya kerap menembus batas kewajaran, melompati cara-cara konvensional, namun terbukti ampuh dan efektif di lapangan pertarungan.
Senin, 30 Juni 2025
Retaknya Akad Suci
Senin, 25 November 2024
Mimpi Bertemu Almarhum Ayah
Ayah, dengan langkah tegas dan sorot mata yang tak pernah meleset dari ketegasan seorang ayah, mengusir saya keluar. Tidak ada teriakan atau amarah yang meledak-ledak. Hanya sebilah kain yang digenggamnya, diayunkan pelan ke tubuh saya, seolah cukup untuk menyampaikan pesan: Pergilah. Dan saya pergi.
Senin, 18 November 2024
Selamat Jalan Pengacara Bernyali di Tengah Konflik
Kami memanggilnya, “Kak Lam,” sosoknya kini telah terbujur kaku, namun meninggalkan jejak keberanian yang tak akan terlupakan.
Lamria bukan pengacara biasa. Ia adalah sosok yang, bagi saya, merepresentasikan keberanian sejati dalam membela keadilan. Pada tahun 2004, saat situasi di Aceh memanas dan konflik bersenjata yang berdampak pada tragedi kemanusiaan, Lamria menunjukkan nyali yang luar biasa. Ia dan dua rekannya, pengacara anggota PBHI, memutuskan melakukan perjalanan jauh dari Jakarta ke Aceh Selatan untuk sebuah misi mulia: membela Bestari Raden, seorang aktivis lingkungan yang dituduh melakukan makar.


