Minggu, 02 November 2025

Selamat Jalan Bang JP

Di dunia pesantren, sanad keilmuan adalah jimat penuntun. Para santri memegangnya erat-erat agar tak tersesat di rimba penafsiran ajaran agama. Jalur berguru yang menyambung tanpa putus hingga ke sumber utama menjadi jaminan ketatnya sebuah pemahaman.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana dengan para pemburu keadilan di ruang sidang? Apakah seorang pengacara dan pembela publik juga membutuhkan jejak sanad yang serupa?

Ragam jawaban tentu bisa berjejer. Namun bagi saya, memiliki garis silsilah keilmuan dalam dunia advokasi adalah sebuah keberuntungan yang tak ternilai. Saya beruntung pernah menimba ilmu langsung dari sosok Johnson Panjaitan—seorang advokat senior dan pembela publik yang tak pernah habis membagikan inspirasi. Di mata para juniornya, ia adalah maestro strategi advokasi. Pendekatan hukumnya kerap menembus batas kewajaran, melompati cara-cara konvensional, namun terbukti ampuh dan efektif di lapangan pertarungan.

Dalam banyak kesempatan diskusi yang hangat dan bernas, ia kerap bercerita dengan bangga tentang asal-usul "keilmuannya". Jalur pemikirannya menyambung langsung kepada Yap Thiam Hien, sang legenda pembela HAM yang meletakkan batu pertama gerakan bantuan hukum di Indonesia. Lewat garis itulah, napas keberanian dan integritas diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sayangnya, tak ada kenang-kenangan visual yang sempurna. Saya tak memiliki satu pun foto eksklusif yang apik dalam satu bingkai bersama Bang JP—begitu kami menyapa beliau dengan penuh hormat. Yang tersisa hanyalah sebuah foto usang dari tahun 2006, satu-satunya potret yang merekam keberadaan kami dalam satu ruang dan waktu. Demi merawat ingatan itu, saya pun meminta mesin kecerdasan buatan untuk "menafsir ulang" foto tua tersebut, mencoba menghidupkan kembali bayang-bayang kenangan yang kian memudar.

Kini, sudah seminggu lamanya Bang JP berpulang ke pangkuan Sang Pencipta. Meski raga dan suaranya telah tiada, jejak keilmuan, taktik advokasi yang berani, serta semangat pembelaannya telah tertanam kuat. Ia meninggalkan warisan abadi yang akan terus dihidupkan oleh para junior yang pernah menimba ilmu darinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar