Ketika Saya berdiri di depan rak kitab-kitab fikih di toko buku, muncul pertanyaan, dari mana saya mulai mempelajari ilmu fiqih. Hampir semua pembelajar fikih pernah mengalami apa yang saya alami. Mulai dari mahasiswa fakultas syariah yang baru masuk, karyawan yang ingin meningkatkan pengetahuan tentang ibadah, sampai pembaca mandiri yang sekadar penasaran. Masalahnya bukan soal semangat. Melainkan soal dari mana pintu memulai melahap buku-buku ilmu fiqih.
Irfan Fahmi Law | Belajar Mencerna Hukum | Belajar Membela | Belajar Merekam Jejak Langkah dan Hirupan Napas
Kamis, 01 Oktober 2026
Selasa, 08 September 2026
Cerpen Edukasi: Keistimewaan dan Karakteristik Hukum Ekonomi Syariah
Mengalirkan Berkah Di Pasar Madani
(Bahan Ajar Pembelajaran Hukum Ekonomi Syariah
Pertemuan ke-2 Versi Cerpen)
Oleh: Irfan Fahmi
Konsep Uang vs Modal & Karakteristik Ilahiyah
Sore itu, Pasar Madani menyisakan sisa-sisa kesibukan terik siang. Aroma rempah-rempah bercampur wangi kopi dari kedai di sudut pasar mengambang di udara. Riuh rendah tawar-menawar antara pedagang dan pembeli lambat laun mulai mereda, digantikan derit rolling door yang diturunkan satu per satu. Di tengah deretan ruko yang berjejer rapi, terdapat dua toko kelontong grosir terbesar di pasar itu yang berdiri berseberangan, seolah mewakili dua kutub pemikiran ekonomi yang bertolak belakang. Toko pertama adalah “Barokah” milik Pak Rahman, sebuah toko sederhana yang selalu ramai oleh kehangatan interaksi di dalamnya. Di seberangnya, berdiri ruko megah tiga lantai ber-AC dengan papan nama berkilau, “Maju Jaya”, milik Pak Baskoro.Sabtu, 28 Februari 2026
Darah Juang: Pamitnya Sang Maestro Perlawanan
Di sudut sebuah ruang yang kini senyap, sebuah gitar
tua bersandar membisu. Kayunya kusam, dimakan waktu dan rayap, namun di dalam
serat-seratnya yang rapuh tersimpan getaran frekuensi yang pernah meruntuhkan
pagar-pagar kekuasaan kokoh Orde Baru. Dawai-dawai baja itu tidak lagi
bergetar. Sang pemilik jemari yang dulu memetiknya, Johnsony Maharsak Lumban
Tobing, atau yang akrab disapa John Tobing, telah meletakkan
gitarnya untuk selamanya pada Rabu malam, 25 Februari 2026, pukul 20.45 WIB di
Rumah Sakit Akademik UGM, Sleman, setelah berjuang melawan serangan stroke.
Kematian sang maestro seolah menjadi penanda pamitnya sebuah era perlawanan
yang sunyi namun berisik di dalam dada.
Langganan:
Postingan (Atom)
