Sabtu, 28 Februari 2026

Darah Juang: Pamitnya Sang Maestro Perlawanan

Di sudut sebuah ruang yang kini senyap, sebuah gitar tua bersandar membisu. Kayunya kusam, dimakan waktu dan rayap, namun di dalam serat-seratnya yang rapuh tersimpan getaran frekuensi yang pernah meruntuhkan pagar-pagar kekuasaan kokoh Orde Baru. Dawai-dawai baja itu tidak lagi bergetar. Sang pemilik jemari yang dulu memetiknya, Johnsony Maharsak Lumban Tobing, atau yang akrab disapa John Tobing, telah meletakkan gitarnya untuk selamanya pada Rabu malam, 25 Februari 2026, pukul 20.45 WIB di Rumah Sakit Akademik UGM, Sleman, setelah berjuang melawan serangan stroke. Kematian sang maestro seolah menjadi penanda pamitnya sebuah era perlawanan yang sunyi namun berisik di dalam dada.