Irfan Fahmi Law | Belajar Mencerna Hukum | Belajar Membela | Belajar Merekam Jejak Langkah dan Hirupan Napas
Kamis, 24 September 2015
Selamat Jalan Maha Mentor Para Pembela
Senin, 07 September 2015
Menulis Tesis (Semestinya) Mudah dan Menyenangkan
Setiap hari rasanya seperti dikejar bayangan tugas, tenggat, dan harapan-harapan yang kerap terlalu tinggi. Sesederhana impian untuk segera menggantung toga magister dan melihat orang-orang terdekat tersenyum bangga. Namun, realitas dunia kerja, dan situasi kampus yang kadang ‘tak bersahabat’, memperpanjang jalan cerita hingga lima semester lebih dari waktu ideal.
Minggu, 06 September 2015
Mencari Panggung Politik
Kala Pembela Menantang Nalar Jurist: Kisah di Balik Ruang Sidang
Di ruang sidang yang tenang, seringkali ketegangan terselip di antara dialog formal yang mendebarkan antara Pembela dan Jurist. Di sini, sang Pembela kerap harus bermain di antara dua peran: menjadi penegak keadilan dan penjaga marwah profesi. Dalam atmosfer serius dan berdebat, ada momen di mana logika dan nurani Pembela diuji, ketika nalar Jurist seakan berlari jauh dari apa yang disebut “kewajaran hukum.”Sabtu, 05 September 2015
Ketika Hakim Menutup Hak Tergugat Ajukan Bantahan
Jumat, 24 Juli 2015
Belajar Memahami Sejarah Konflik Umat Islam dari Film Mukhtar Tsaqafi
Setiap Muslim, mungkin tanpa terkecuali, pernah mendengar tentang tragedi di Karbala. Suatu padang tandus yang berubah menjadi saksi pengorbanan, tempat di mana cucu Rasulullah, Sayyidina Husain, syahid dengan cara yang tak terbayangkan. Namun, ada nama yang mungkin luput dari pengetahuan kebanyakan kita, khususnya di kalangan Sunni: Mukhtar Tsaqafi, tokoh yang muncul di panggung sejarah Islam usai Karbala, membawa kisah balas dendam yang membara.
Nama Mukhtar Tsaqafi mungkin tak banyak dikenal dalam literatur Sunni. Bagi saya sendiri, Mukhtar adalah sosok asing. Namanya yang tidak pernah saya jumpai dalam lembaran sejarah yang saya pernah saya baca. Setelah mencari, ternyata sumber-sumber berbahasa Indonesia tentang sosok ini memang sangat terbatas, mungkin karena Mukhtar lebih banyak dikenang di kalangan Syiah. Di sinilah, di tengah kesunyian referensi, saya 'berkenalan' dengan sosoknya, sebuah perkenalan yang datang secara tak terduga.
Selasa, 16 Juni 2015
Belajar Lima Tahun Menjadi Ayah
Sore tadi, saya duduk menyimak berita, wajah polos seorang anak perempuan tersaji di layar kaca, "Angeline." Kasus ini menyayat, menebar kesedihan, seolah mengoyak hati banyak orang. Bagi para ayah yang memiliki anak perempuan seusianya, kisah Angeline adalah pengingat yang menggugah naluri, meronta di dada; Angeline bukan sekadar cerita pilu, ia adalah perwujudan ketakutan terdalam para ayah. Bahwa cinta, ternyata, tak cukup hanya dengan rasa sayang, tetapi juga penuh waspada.Senin, 30 Maret 2015
Kericuhan Munas II Peradi
- Munas PERADI II yang seyogyanya diselenggarakan pada tanggal 26-28 Maret 2015, ditunda pelaksanaannya oleh Ketua Umum DPN PERADI, Otto Hasibuan (OH). Hal itu didasarkan pengumuman yang disampaikan oleh HB di ruang sidang arena Munas II PERADI di Hotel Carliston, Makassar.
Minggu, 29 Maret 2015
Sebaik-baik Manusia
Alhamdulillah, segala puji bagi Tuhan seru sekalian alam, yang telah memberikan kita banyak nikmat yang sudah sepatutnya kita syukuri. Nikmat sehat, nikmat hidup, nikmat beragama, nikmat bersahabat, nikmat keluarga (anak & isteri), nikmat berbangsa dan bertanah-air yang satu, Indonesia, serta nikmat-nikmat lainnya yang tak terhitung jumlahnya.

.jpeg)
